MUBA - Menghadapi musim kemarau yang mulai melanda Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Polres Muba bersama unsur pemerintah daerah, TNI, BPBD, Damkar, Manggala Agni, perusahaan, serta elemen masyarakat menggelar rapat koordinasi kesiapan menghadapi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus persiapan Apel Besar Siaga Karhutla dan Sabuk Kamtibmas.
Rapat eksternal tersebut berlangsung di Gedung Aula Alex Noerdin Polres Muba, Rabu (3/6/2026), dipimpin Kabag Ops Polres Muba AKP Pandri Pratama Putra Simbolon, S.I.K., M.A., dan dihadiri sejumlah instansi terkait serta perwakilan organisasi masyarakat.
"Kita saat ini memasuki musim kemarau sehingga seluruh pihak harus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui program Sabuk Kamtibmas yang merupakan program prioritas Bapak Kapolda Sumsel," ujar AKP Pandri.
Menurutnya, Sabuk Kamtibmas bertujuan menyatukan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, kelompok tani peduli api hingga komunitas lainnya agar bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Musi Banyuasin.
Dalam kesempatan tersebut, AKP Pandri mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan dari Command Center, beberapa titik panas (hotspot) mulai terdeteksi di wilayah Musi Banyuasin seiring minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.
Meski demikian, seluruh kejadian yang terpantau sejauh ini berhasil ditangani dengan cepat sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran besar.
"Alhamdulillah, beberapa laporan hotspot yang masuk dapat segera diatasi. Namun kondisi cuaca yang semakin kering harus menjadi perhatian bersama agar tidak terjadi karhutla yang lebih luas," katanya.
Apel Besar Siaga Karhutla dan Sabuk Kamtibmas nantinya akan melibatkan sekitar 900 peserta yang terdiri dari unsur Forkopimda, TNI-Polri, BPBD, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, Manggala Agni, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, Pramuka, Kelompok Tani Peduli Api (KTPA), Regu Pemadam Kebakaran perusahaan hingga komunitas pengemudi ojek.
Pada apel nanti, seluruh elemen masyarakat akan membacakan ikrar bersama yang berisi komitmen menjaga kondusivitas wilayah, menolak tindakan anarkis, mendukung terwujudnya Musi Banyuasin bebas asap akibat karhutla, serta menolak segala bentuk kegiatan yang berpotensi memecah belah persatuan masyarakat.
Dalam rapat tersebut, Kabid Pencegahan BPBD Muba Fadli, SH., M.Si., memaparkan kesiapan personel dan peralatan yang dimiliki untuk menghadapi musim kemarau tahun ini.
BPBD Muba saat ini memiliki 40 personel siaga karhutla yang didukung berbagai sarana dan prasarana, mulai dari mobil pemadam kebakaran, mesin pemadam, motor patroli, pompa air, tenda lapangan, hingga perlengkapan keselamatan petugas.
Kesiapan tersebut akan terus diperkuat melalui koordinasi lintas sektor guna memastikan respons cepat apabila terjadi kebakaran lahan maupun hutan.
Menjelang puncak musim kemarau, Polres Muba kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk menyayangi Bumi Musi Banyuasin sebagaimana menyayangi diri sendiri dan keluarga. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan," tegas AKP Pandri.
Ia menambahkan, apabila masih ditemukan pelanggaran yang menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan, aparat penegak hukum akan mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain melakukan penegakan hukum, jajaran Polres Muba dan seluruh Polsek juga terus menggencarkan patroli serta sosialisasi kepada masyarakat guna mencegah terjadinya karhutla selama musim kemarau 2026. (Zul)


