-->
  • Jelajahi

    Copyright © Gaung Indonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Geger! Pelajar di Talang Ubi Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Belakang Rumah

    Gaung Indonesia
    Jumat, 05 Juni 2026, 10.52.00 WIB Last Updated 2026-06-05T03:52:07Z


    PALI - Warga Talang Ojan, Kelurahan Talang Ubi Utara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, digegerkan dengan penemuan seorang pelajar yang meninggal dunia akibat gantung diri di belakang rumahnya, Kamis (4/6/2026) sore.

    Korban diketahui berinisial KA (18), seorang pelajar yang tinggal di Talang Ojan. Korban ditemukan pertama kali oleh ibunya, Maryam, sekitar pukul 15.00 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa dengan leher terjerat tali yang terikat pada rangka kayu atap di belakang rumah.

    Mendapat laporan dari keluarga korban, personel gabungan SPKT Polres PALI, Polsek Talang Ubi, Unit Identifikasi INAFIS Satreskrim Polres PALI, Sat Intelkam, serta Unit Reskrim Polsek Talang Ubi langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pengamanan lokasi, dan pengumpulan keterangan saksi.

    Kapolsek Talang Ubi, AKP Ardiansyah, SH., menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban selain bekas jeratan di leher yang diduga akibat gantung diri.

    “Berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan tim medis bersama Unit Identifikasi INAFIS, tidak ditemukan luka akibat kekerasan benda tumpul maupun benda tajam pada tubuh korban. Bekas luka yang ditemukan hanya jeratan pada bagian leher yang sesuai dengan ciri-ciri kematian akibat gantung diri,” ujar Kapolsek Talang Ubi.

    Jenazah korban kemudian dibawa ke Klinik Pertamina (Pertamedika) Pendopo untuk menjalani pemeriksaan medis. Hasil pemeriksaan menguatkan dugaan bahwa korban meninggal akibat gantung diri dan tidak ditemukan indikasi keterlibatan pihak lain.

    Dari hasil penyelidikan, polisi memperoleh keterangan bahwa sebelum kejadian korban sempat terlibat cekcok dengan ibunya. Perselisihan tersebut diduga dipicu teguran dari pihak sekolah terkait tunggakan pembayaran SPP yang belum diselesaikan.

    “Berdasarkan keterangan keluarga, sebelum kejadian korban sempat mendapatkan tekanan psikologis setelah adanya persoalan tunggakan SPP di sekolah. Namun demikian, hasil pemeriksaan dan olah TKP tidak menemukan adanya unsur tindak pidana,” kata Kapolsek.

    Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Keluarga juga telah membuat surat pernyataan bahwa tidak akan menempuh jalur hukum maupun menuntut pihak mana pun atas kejadian tersebut.

    Polisi menyimpulkan kematian korban merupakan tindakan bunuh diri dan tidak ditemukan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.(Ril)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini