• Jelajahi

    Copyright © Gaung Indonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Sebanyak 114 Lansia di PALI Diwisuda

    Gaung Indonesia
    Senin, 17 November 2025, 16.52.00 WIB Last Updated 2025-11-17T09:52:22Z

     


    PALI - Sebanyak 114 Lansia di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) diwisuda setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Lansia dari lima kecamatan yang ada di Kabupaten PALI.


    Acara ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten PALI dalam meningkatkan kualitas hidup Lansia dan memberikan kesempatan belajar sepanjang hayat.

    Prosesi wisuda dilakukan oleh Bupati PALI Asgianto ST melalui Wakil Bupati Iwan Tuaji didampingi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Mariono SE, di Pendopoan Guest House Komplek Pertamina Pendopo, Senin (17/11/2025)

    Dari keterangan Kepala DPPKBPPPA PALI Mariono SE bahwa jumlah warga Lansia yang diwisuda berjumlah 114 orang terdiri dari Standar 1 berjumlah 96 orang dan Standar 2 berjumlah 18 orang.

    "Alhamdulillah PALI sudah melaksanakan dua kali wisuda terhadap Sekolah Lansia, dan kali ini bertambah menjadi 114 orang, dimana 96 orang diwisuda stara S1 dan 18 orang stara S2 dari kecamatan Talang Ubi," ungkap Mariono.

    Program Sekolah Lansia adalah program pendidikan dan pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Tujuan utama program ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran lansia tentang kesehatan, sosial, dan ekonomi, sehingga mereka dapat tetap aktif, produktif, dan terlibat dalam kegiatan sosial. Dengan demikian, program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan lansia dan memberdayakan mereka untuk tetap berkontribusi pada masyarakat.

    "Manfaat program Sekolah Lansia adalah untuk meningkatkan kualitas hidup lansia, meningkatkan kesadaran kesehatan dan kesejahteraan, meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dan meningkatkan interaksi sosial dan komunitas," jelas Mariono.

    Adapun kegiatan program Sekolah Lansia disebutkan Mariono adalah pendidikan kesehatan dan gizi, pelatihan keterampilan hidup, aktivitas fisik dan olahraga, kegiatan sosial dan rekreasi serta konseling dan dukungan psikologis.

    "Metode Program Sekolah Lansia dapat bervariasi, namun beberapa metode yang umum digunakan mencakup, metode ceramah, diskusi, praktik, simulasi, outbound atau rekreasi, teknologi serta mengendalikan emosional," sebutnya.

    Sementara itu, Wakil Bupati PALI menekankan pentingnya meningkatkan dan menggiatkan program Sekolah Lansia ke depan, karena belajar tidak mengenal usia. Pesan ini bertujuan memotivasi lansia untuk terus belajar dan mengembangkan diri, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan sepanjang hayat.

    "Ini menunjukkan semangat Lansia untuk terus belajar karena belajar tidak mengenal usia. Hadirnya Sekolah Lansia adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang tergolong Lansia agar tetap produktif, mandiri, sehat dan memiliki keterampilan," ucap Wabup.[GI]
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini