• Jelajahi

    Copyright © Gaung Indonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pemkab PALI Terima Suntikan Dana Rp.5 Milliar Dari Kemenkes RI. Bukti Kerja Nyata Kepemimpinan Bupati Asgianto ST

    Gaung Indonesia
    Rabu, 12 November 2025, 21.37.00 WIB Last Updated 2025-11-16T16:07:42Z



    PALI - Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dibawah kepemimpinan Bupati Asgianto ST dan Iwan Tuaji SH menerima Dana Insentif Fiskal (DIF) senilai Rp 5 Miliar dari Kementerian Kesehatan RI untuk penurunan stunting di wilayah Bumi Serepat Serasan.


    Penghargaan ini diberikan atas kinerja baik PALI dalam menurunkan angka stunting bagi masyarakat Bumi Serepat Serasan.Pemberian penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati PALI Asgianto ST di Ruang Auditorium J Leimana Gedung Adhyatma Jakarta dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Penurunan Stunting tahun 2025, Pada Rabu (12/11/2025).


    Pada kegiatan Rakornas percepatan penurunan stunting yang dihadiri Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming serta Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin serta sejumlah kepala daerah termasuk Bupati Asgianto.


    DIF akan digunakan untuk intervensi gizi dan kesehatan, peningkatan akses air minum dan sanitasi, edukasi dan kampanye perubahan perilaku, serta peningkatan kapasitas kader kesehatan.


    Pemerintah Kabupaten PALI optimis dapat mencapai target percepatan penurunan stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak di kabupaten PALI.




    PALI menjadi salah satu dari 130 pemerintah daerah yang menerima DIF, terdiri dari 9 provinsi, 99 kabupaten, dan 22 kota, yang telah menunjukkan kinerja baik dalam penurunan stunting.


    Tujuan DIF Stunting:

     Meningkatkan kesadaran dan komitmen pemerintah daerah dalam penurunan stunting

    Meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia

    -Mencapai target penurunan stunting nasional

    Penggunaan DIF Stunting:

    Intervensi gizi dan kesehatan

    -Peningkatan akses air minum dan sanitasi

    -Edukasi dan kampanye perubahan perilaku

    -Peningkatan kapasitas kader kesehatan.


    Penerimaan Dana Insentif Fiskal (DIF) senilai Rp5 miliar tersebut bukanlah hasil kebetulan. Dana ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah pusat kepada daerah yang dinilai berhasil menunjukkan kinerja unggul dalam percepatan penurunan stunting, sebuah program prioritas nasional untuk mewujudkan generasi Indonesia emas bebas gizi buruk. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa Pemkab PALI berada di jalur yang tepat dalam mendukung target nasional menurunkan angka stunting hingga di bawah 14 persen pada tahun 2025.


    “Dana insentif ini bukan hanya penghargaan, tetapi juga kepercayaan dari pemerintah pusat kepada kami di daerah. Ini menjadi motivasi besar untuk terus memperkuat program kesehatan masyarakat, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil,” ujar Bupati Asgianto usai acara Rakornas.


    Di bawah kepemimpinan Asgianto, Pemkab PALI telah melakukan langkah konkret dan terukur dalam mengatasi stunting di berbagai desa dan kecamatan. Program intervensi gizi, pemberian makanan tambahan bagi balita, peningkatan layanan posyandu, hingga edukasi kepada calon ibu dan remaja putri dilakukan secara masif. Selain itu, Pemkab PALI juga menggandeng Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta PKK Kabupaten PALI dalam memperkuat sinergi lintas sektor. Program “Gerakan Desa Peduli Stunting” yang diinisiasi pemerintah daerah telah menjadi tonggak penting dalam menekan angka kasus di wilayah pedesaan.


    “Upaya penurunan stunting tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Harus melibatkan banyak pihak, mulai dari desa, kader posyandu, hingga dunia pendidikan. Semua harus bergerak bersama,” tambah Bupati Asgianto dengan tegas.





    Sejak menjabat, Bupati Asgianto dikenal memiliki gaya kepemimpinan lapangan yang aktif dan responsif. Ia kerap turun langsung memantau pelayanan kesehatan ibu dan anak di pelosok desa. Pendekatan ini membuat masyarakat merasa dekat dengan pemerintah, sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya gizi dan kesehatan keluarga.


    Kinerja nyata tersebut terbukti dari penurunan angka stunting yang signifikan di Kabupaten PALI dalam dua tahun terakhir, hasil kerja keras lintas sektor dan dukungan penuh masyarakat. Tak hanya itu, dukungan APBD untuk sektor kesehatan juga meningkat setiap tahunnya, memperkuat komitmen daerah terhadap kesejahteraan masyarakat.


    Bupati Asgianto menegaskan, “Kami tidak akan berhenti sampai di sini. DIF ini akan kami gunakan sebaik-baiknya untuk masyarakat, agar tidak ada lagi anak di PALI yang mengalami gizi buruk. Generasi sehat hari ini adalah modal utama kemajuan daerah di masa depan.”ujarnya.





    Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi lintas instansi, Pemerintah Kabupaten PALI bertekad menjadikan Bumi Serepat Serasan sebagai daerah bebas stunting yang menjadi contoh bagi kabupaten lainnya di Sumatera Selatan.


    Keberhasilan Kabupaten PALI menerima Dana Insentif Fiskal dari Kemenkes RI tahun 2025 ini menandai babak baru dalam perjalanan pembangunan daerah. Tak hanya sebagai bukti pengakuan atas kerja keras, tetapi juga simbol kepercayaan dari pemerintah pusat kepada daerah yang dipimpin Bupati Asgianto.


    Dengan semangat kerja nyata dan kepemimpinan yang proaktif, PALI terus melangkah pasti menuju masa depan yang lebih sehat, lebih sejahtera, dan lebih berdaya saing.


    Di bawah slogan “PALI Maju, Masyarakat Sehat, Generasi Hebat,” Pemkab PALI membuktikan bahwa sinergi, ketekunan, dan kepemimpinan yang berorientasi pada hasil dapat membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat.[GI]

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini