-->
  • Jelajahi

    Copyright © Gaung Indonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    YMH Dorong UMKM dan Perempuan Lahat Naik Kelas Lewat Pelatihan Kemasan Produk dan Ekonomi Hijau

    Gaung Indonesia
    Selasa, 09 Juni 2026, 18.34.00 WIB Last Updated 2026-06-09T11:51:39Z

     


    LAHAT - Yayasan Mitra Hijau (YMH) melalui Program IKI–JET (Innovation Regions for a Just Energy Transition) yang didukung Pemerintah Jerman terus memperkuat kapasitas perempuan dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) 

    Dalam menghadapi transformasi ekonomi menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan.
    Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Pengemasan dan Desain Label Produk serta Demonstrasi Pembuatan Eco-Enzyme dan Kertas Daur Ulang yang digelar di Hotel Santika Lahat, Senin (9/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong ekonomi hijau berbasis masyarakat dalam kerangka Transisi Energi Berkeadilan (Just Energy Transition/JET).

    Direktur Eksekutif Yayasan Mitra Hijau, Dr. Doddy S. Sukadri, mengatakan bahwa perempuan dan pelaku UMKM memiliki posisi strategis dalam menciptakan perubahan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

    “Transformasi ekonomi tidak akan berhasil tanpa keterlibatan aktif masyarakat, khususnya perempuan dan pelaku UMKM. Melalui penguatan kapasitas, inovasi produk, dan penerapan prinsip ekonomi hijau, komunitas dapat menjadi pelaku utama perubahan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya saat membuka kegiatan.

    Sebanyak 25 peserta mengikuti pelatihan yang terdiri dari anggota Forum Perempuan Energi Berkeadilan Sumatera Selatan (FORBESS). Mereka berasal dari berbagai organisasi dan komunitas di Kabupaten Lahat, antara lain Aisyiyah Kabupaten Lahat, IPEMI Kabupaten Lahat, UMKM Warung Sedap Yusa, Bank Sampah/TPS3R Masda Jaya Arahan, Kelompok Gerabah, Rumah Tenun Songket, Yayasan Anak Padi, hingga Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Kabupaten Lahat.

    Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai strategi pengemasan modern, desain label produk, digital branding, fungsi kemasan sebagai sarana promosi, serta informasi wajib yang harus dicantumkan dalam label produk. Materi disampaikan oleh Prof. Ir. Erna Yuliwati, M.T., Ph.D., IPU, ASEAN-Eng. dan Dr. Ir. Neny Rochyani, M.T., IPM., ASEAN-Eng., bersama narasumber M. Rifqi Adz Dzaki.

    Selain teori, peserta juga mendapatkan pendampingan praktik dalam menyusun desain label dan membangun identitas produk UMKM. Melalui pelatihan ini, diharapkan produk-produk UMKM lokal memiliki kemasan yang lebih menarik, higienis, informatif, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

    Tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas produk, kegiatan ini juga memperkenalkan konsep ekonomi sirkular melalui demonstrasi pembuatan eco-enzyme dari limbah organik rumah tangga dan kertas daur ulang dari limbah kertas. Produk hasil daur ulang tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan kemasan ramah lingkungan maupun produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi.

    Dengan mengusung konsep From Trash to Cash, peserta diajak untuk mengubah cara pandang terhadap limbah. Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang memiliki manfaat ekonomi sekaligus berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

    Kegiatan ini turut dihadiri Nachatira Thurai, IJET Project Coordinator Climate Action Network Southeast Asia (CANSEA) Kuala Lumpur, Malaysia. Kehadirannya merupakan bagian dari kunjungan lapangan untuk melihat secara langsung berbagai inisiatif pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi masyarakat yang dikembangkan dalam kerangka transisi energi berkeadilan di Sumatera Selatan.

    Yayasan Mitra Hijau berharap FORBESS dapat menjadi motor penggerak perubahan sosial dan ekonomi di tingkat komunitas. Dengan meningkatnya kapasitas perempuan dan pelaku UMKM, diharapkan lahir berbagai inovasi usaha berbasis ekonomi hijau yang mampu memperluas akses pasar, menciptakan sumber pendapatan baru, serta mendukung transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah pascatambang.

    Program ini merupakan bagian dari implementasi Proyek IKI–JET yang dijalankan Yayasan Mitra Hijau dengan dukungan Pemerintah Jerman dalam upaya mendorong transisi energi yang berkeadilan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(Dharmawan SE/Novita)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini