• Jelajahi

    Copyright © Gaung Indonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Bupati PALI Asgianto Terima Gelar Adat Mak Raje Negeri Kebon Undang, Simbol Harmonisasi Pemimpin dan Adat

    Gaung Indonesia
    Senin, 22 Desember 2025, 04.57.00 WIB Last Updated 2025-12-22T12:57:36Z


    PALI - Momentum peringatan Hari Jadi Kecamatan Tanah Abang menjadi catatan sejarah penting bagi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Pada momen tersebut, Bupati PALI Asgianto, ST, secara resmi dianugerahi gelar kehormatan adat Mak Raje Negeri Kebon Undang, sebuah gelar adat tertinggi yang sarat makna dan nilai kearifan lokal.

    Prosesi penganugerahan berlangsung khidmat di Pentas Seni Kabupaten PALI, Desa Bumiayu, Kecamatan Tanah Abang, Sumatera Selatan, Senin (22/12/2025). Upacara adat ini disaksikan ratusan masyarakat serta para tokoh lintas unsur yang turut memberikan legitimasi moral dan budaya atas penganugerahan tersebut.

    Pemberian gelar adat Mak Raje Negeri Kebon Undang bukanlah keputusan yang diambil secara spontan. Gelar kehormatan ini merupakan hasil musyawarah panjang para pemangku adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan unsur lintas sektor di Kecamatan Tanah Abang yang telah dilakukan beberapa bulan sebelumnya.

    Melalui kesepakatan bersama, para tokoh adat sepakat memberikan gelar tersebut kepada Bupati Asgianto sebagai simbol penghormatan, persaudaraan, serta pengakuan sebagai figur yang dituakan dan dihormati dalam tatanan adat masyarakat Tanah Abang. Dalam tradisi setempat, Mak Raje Negeri Kebon Undang dimaknai sebagai sosok pemimpin yang menjadi panutan, penjaga keharmonisan, serta pengayom masyarakat.

    Dalam sambutannya, Bupati Asgianto menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas kepercayaan serta penghormatan besar yang diberikan kepadanya. Ia menilai penganugerahan gelar adat ini bukan hanya kehormatan pribadi, melainkan amanah moral untuk terus menjaga nilai-nilai adat dan persatuan masyarakat.

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tokoh adat dan masyarakat Tanah Abang. Gelar ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi saya untuk terus menjaga persaudaraan, kedamaian, dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Asgianto.

    Ia juga menegaskan bahwa Kecamatan Tanah Abang merupakan wilayah yang memiliki sejarah panjang dan nilai budaya yang kuat. Oleh karena itu, pelestarian adat dan budaya harus menjadi perhatian bersama, terutama dalam menghadapi arus modernisasi.

    “Tanah Abang adalah kecamatan tua yang kaya sejarah. Saya berharap adat dan budaya yang menjadi jati diri daerah ini terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus zaman,” tambahnya.

    Peringatan Hari Jadi Kecamatan Tanah Abang tahun ini menjadi semakin istimewa karena untuk pertama kalinya diperingati secara resmi. Selain prosesi penganugerahan gelar adat, rangkaian acara juga diisi dengan pemotongan tumpeng dalam rangka Hari Ibu, yang menambah nuansa kekeluargaan dan kekhidmatan acara.

    Acara tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten PALI, Dwi Saftaria Asgianto, SE, perwakilan Polres PALI, Danramil, Kejaksaan Negeri PALI, Kepala Dinas PMD PALI, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

    Hadir pula para camat dari lima kecamatan di Kabupaten PALI, 17 kepala desa se-Kecamatan Tanah Abang, serta tiga anggota DPRD PALI dari Daerah Pemilihan 6 yang berasal dari PKS, Partai Gerindra, dan Partai Demokrat.

    Tak hanya itu, para pemangku adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, mantan camat, mantan anggota DPRD PALI, hingga para mantan kepala desa juga turut hadir, mencerminkan kuatnya ikatan adat, persaudaraan, dan kebersamaan yang terus terpelihara di tengah masyarakat Tanah Abang.

    Penganugerahan gelar adat ini menjadi simbol harmonisasi antara kepemimpinan formal pemerintahan dan nilai-nilai adat yang hidup dan tumbuh di tengah masyarakat Kabupaten PALI.[Red]
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini