PALI, Gaungindonesia.com - Mengantisipasi terjadinya kenaikan harga beras satu bulan terakhir ini, Bupati PALI, DR. Ir. H. Heri Amalindo, MM melalui kebijakannya akan segera melakukan operasi pasar murah di enam kelurahan dalam wilayah kecamatan Talang Ubi dalam waktu dekat ini.
Enam kelurahan yang dimaksud meliputi, Kelurahan Talang Ubi Barat, Kelurahan Talang Ubi Timur, Keluarahan Talang Ubi Selatan, Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kelurahan Handayani Mulia dan Kelurahan Talang Ubi Utara.
Hal itu akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten PALI, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kabupaten PALI.
Plt. Kepala Disperindag Kabupaten PALI, Brisvo Diansyah, M,ST. MM menyampaikan. Sesuai kebijakan bupati PALI Heri Amalindo melalui Disperindag, minggu depan akan melakukan operasi pasar murah di enam kelurahan yang ada di kecamatan Talang Ubi dan bagi calon penerima sembako murah nantinya sesuai data dari kementrian sosila (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).
" Satu paket sembako yang akan dijual nantinya berupa;
- Beras Premium 5 Kg
- Gandum Kemasan 1 Kg
- Gula Kemasan 1 kg
- Minyak Goreng Kemasan 2 Kg
- Mie Instan Goreng 5 Bungkus
Dari satu paket sembako tersebut, masyarakat hanya membayar Rp. 90.000 saja per paket," katanya.
Tidak hanya itu, Pemerintah Kabupaten PALI juga telah mendistribusikan beras kualitas medium ke agen-agen yang ada di Pasar Tradisional.
"Langkah Pemerintah Daerah yang sudah dilakukan antara lain, kemarin kami bersama-sama Dinas Ketahanan Pangan dan Bulog sudah mendistribusikan beras kualitas medium ke agen-agen yang ada di pasar," ungkapnya kepada media ini, Rabu (30/8/2023).
Ditanya penyebab terjadinya kenaikan haraga di pasar, Brisvo menerangkan hal itu diakibatkan tidak berimbangnya antara permintaan dan ketersediaan stok.
"Stok beras yang minim dipengaruhi dari kuantitas produksi gabah yang turun akibat berbagai faktor, seperti cuaca, elnino serta periode musim kemarau yang cukup panjang. Sehingga mempengaruhi jumlah produksi gabah nasional," tuturnya.
Sementara untuk di Bumi Serepat Serasan, Brisvo menerangkan. penyebab terjadinya kenaikan harga beras dikarenakan masih bergantung pada distributor beras yang berada di luar kabupaten PALI.
"Tentunya kami telah berupaya agar stok beras di masyarakat terpenuhi," ujarnya.(Red)


